Tampilkan postingan dengan label Lentera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lentera. Tampilkan semua postingan
Sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan bersosialisasi sehari – hari, karena dengan menunjukan sikap santunlah, seseorang dapat dihargai dan disenangi dengan keberadaanya sebagai makhluk sosial dimanapun tempat ia berada. Dalam kehidupan bersosialisasi antar sesama manusia, sudah tentu kita memiliki norma-norma / etika-etika dalam melakukan hubungan dengan orang lain. Dalam hal ini sopan santun dapat memberikan banyak manfaat atau pengaruh yang baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. bersabda kepada Al Asyaj Al ‘Ashri:"Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah; yaitu sifat santun dan malu.” (HR. Ibnu Majah)
Kedua unsur ini harus di tumbuh kembangkan oleh kita, agar kita menjadi manusia yang lebih baik.
Di SMK Assa'idiyah dikembangkalan melalui program S3 (Senyum, Salam Dan Santun), program dilakukan agar siswa dan siswi terbiasa dengan hal-hal yang positif.
Kelas X (sepuluh)/SMK ASSA"IDIYAH
Kelas X (sepuluh)/SMK ASSA"IDIYAH
Entah dengan kata apa,,,?
Ku awali paragraf tuk membuat sebuah karya
Ingin ku susun sejumlah aksara
Agar menjadi deretan kata penuh makna
Hingga membentuk untaian puisi yang sempurna
Namun apalah daya,
Bukanlah aku seorang sastrawati
Yang dengan hebatnya membuat karya
Penggugah jiwa
Ku terdiam dalam sunyi
Membiarkan jari-jemari menari-nari
Mengukir kata demi kata yang bertemakan Sepi
Sepiku,
Mungkin tak banyak yang tahu
Apa dan bagaimana rasaku
Ku coba berkelana dalam hening malam
Menapaki bebatuan di bawah pohon rindang
Terhenti langkah kaki ini.
Kuarahkan pandangku ke angkasa
Jauh, menjauh dan semakin jauh
Ada rasa ngilu di hatiku
Asmara,
Bayangmu, gambaran sketsa wajahmu
Masih terasa hangat di klopak mata
Sesekali, nampak butiran air menetes terjatuh
Bagai bahtera mengarungi samudra
Ingin ku berteriak dengan lantang
Menumpahkan rasa yang kian mendalam
Tapi tidak,
Toh, tak ingin
Dan tak perlu dunia tahu
Akan kabut yang menyelimuti kalbu
Dalam sepiku,
Biarlah sisa-sisa cintamu menemaniku
By : Iffroch aizie
06 – 06 - 2018
Lewat angin malam
Kuserukan rasa dalam hati
Rasa yang kini masih tertata indah dalam mahligai jiwa
Bola mata yg selalu saja ingin memandang indah senyumnya
Harus terhalang kata haram dalam undang-undang ketidakmahraman
Oh.... ingin
Ku ungkapkan rasa yg terbungkus dalam kata cinta
Pada pemilik nama yg selalu ku selipkan dalam untaian doa
Di penghujung malam
Namun... norma-norma islam seakan menjadi penghalang antara aku dan rasaku
Dan akupun memilih untuk diam dengan Allah sebagai tempat pengaduan
#DurrotunNasiha2018
Kau angkat wajah menantang langitTersenyum sinis dalam kemenanganmuKemenangan semu yang tak abadiDunia bagai telah kau rengkuhSemuanya, selamanya
Tapi kutahu
Kau angkuh dalam rapuhmu
Mencabik – cabik sendiri dalam sakit
Semakin kau tersenyum
Akan semakin sakit bagimu
Kau angkuh dalam rapuhmu
Mencabik – cabik sendiri dalam sakit
Semakin kau tersenyum
Akan semakin sakit bagimu
Kau ingin berteriak
Memakiku
Mencakarku
Tapi kau tak mampu
Karena kekuasaan itu bukan di tanganmu
Memakiku
Mencakarku
Tapi kau tak mampu
Karena kekuasaan itu bukan di tanganmu




